Wawasan Kendari — Wali Kota Kendari, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara 2025 yang digelar di Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi dan sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan pangan di wilayah Sultra.
Rakorda TPID tahun ini mengangkat tema fokus pada penguatan ketahanan pangan, optimalisasi rantai pasok, dan sinkronisasi program antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Perkuat Kolaborasi Hadapi Tekanan Harga Pangan
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah dan antarinstansi dalam menghadapi potensi tekanan inflasi, khususnya yang dipicu oleh fluktuasi harga pangan.
“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu daerah saja. Kita butuh sinergi lintas kabupaten/kota untuk memastikan distribusi lancar, pasokan aman, dan harga tetap stabil di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa komoditas seperti beras, cabai, telur, dan daging merupakan komoditas yang paling sering memberi kontribusi terhadap inflasi di Kendari dan wilayah sekitar.
Paparkan Langkah Konkret yang Telah Dilakukan Pemkot Kendari
Pada forum tersebut, Pemkot Kendari memaparkan sejumlah langkah konkret dalam mendukung pengendalian inflasi sepanjang tahun 2024 hingga memasuki 2025, di antaranya:
-
Menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan
-
Menjalin kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan pangan
-
Mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga
-
Mendorong distribusi pangan yang lebih efisien melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dan pelaku usaha besar
Wali Kota Kendari menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Wali Kota Kendari Ikut Pembukaan Konferda dan Konfercab PDIP Sultra
Sinergi Pemprov Sultra dan Kabupaten/Kota Diperkuat
Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara dalam sambutannya turut menegaskan bahwa TPID harus menjadi motor sinkronisasi kebijakan di seluruh daerah di Sultra. Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat dukungan kepada kabupaten/kota agar program pengendalian inflasi berjalan lebih efektif.
Ia menyoroti pentingnya data harga dan pasokan yang valid sehingga kebijakan yang dihasilkan bersifat tepat sasaran.
“Jangan sampai kita terlambat bertindak karena data yang tidak akurat. Semua harus terintegrasi,” katanya.
Dorong Inovasi dan Peran Dunia Usaha
Rakorda TPID Sultra 2025 juga mengajak pemerintah daerah untuk berinovasi dalam menjaga ketahanan pangan. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain:
-
Digitalisasi sistem pemantauan harga
-
Pengembangan pertanian perkotaan (urban farming)
-
Kolaborasi bersama pelaku usaha dalam memastikan kelancaran distribusi
-
Mendorong penggunaan teknologi untuk mengurangi biaya logistik
Dunia usaha dan perbankan juga dilibatkan sebagai mitra strategis dalam memastikan stabilitas sektor ekonomi.
Kendari Siap Wujudkan Stabilitas Harga di 2025
Menutup kegiatan, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa pemerintah kota siap mendukung penuh program TPID Provinsi Sultra, sekaligus memperkuat koordinasi internal bersama OPD dan pelaku usaha di daerah.
“Kami optimistis Kendari bisa berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi di Sulawesi Tenggara. Kita ingin masyarakat tetap nyaman dan ekonomi terus bergerak,” pungkasnya.





