Wawasan Kendari – Pemerintah Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya terhadap program sosial dan kepedulian terhadap anak-anak kurang mampu. Hal ini ditandai dengan dibukanya Gerakan Santunan 1.000 Anak Yatim oleh Wakil Wali Kota Kendari, dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh haru.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Bentuk Kepedulian Pemerintah untuk Anak Kurang Mampu
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari menyampaikan bahwa anak yatim merupakan bagian masyarakat yang harus mendapat perhatian khusus. Menurutnya, gerakan santunan ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah nyata untuk memberikan dukungan moral dan finansial bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Anak yatim adalah amanah bagi kita semua. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik organisasi keagamaan, komunitas maupun lembaga swasta, untuk ikut serta memperluas gerakan kepedulian sosial.
Dihadiri Ratusan Undangan dan Tokoh Masyarakat
Acara pembukaan gerakan santunan ini dihadiri para tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, ulama, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Suasana haru semakin terasa ketika ratusan anak yatim hadir secara langsung untuk menerima bantuan awal secara simbolis dari Wakil Wali Kota.
Para peserta juga mengikuti rangkaian doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta nasihat agama tentang pentingnya berbagi kepada sesama.

Baca juga: Pemkot Kendari Dorong Kualitas Musik Gerejawi Lewat Pelatihan Paduan Suara 2025
Santunan untuk Ringankan Beban Ekonomi
Santunan yang diberikan dalam program ini mencakup bantuan uang tunai, paket perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para anak yatim, terutama mereka yang tinggal di wilayah ekonomi menengah ke bawah.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak berhenti hanya pada acara seremonial ini, melainkan akan berlanjut melalui sejumlah program kolaboratif dengan lembaga sosial dan pemerintah kelurahan.
“Kita ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar meringankan beban para wali atau keluarga yang menampung anak yatim,” tambahnya.
Harapan untuk Perluasan Gerakan Sosial
Melalui Gerakan Santunan 1.000 Anak Yatim, Pemkot Kendari berharap masyarakat semakin terpanggil untuk berbagi. Pemerintah juga merencanakan agar program seperti ini dapat dimasukkan dalam agenda tahunan, khususnya pada momentum keagamaan atau peringatan hari besar.
Beberapa komunitas dan organisasi sosial bahkan telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama menyediakan donasi tambahan.
Anak Yatim Senang dan Terharu
Di balik kemeriahan acara, tampak banyak anak yatim yang menunjukkan ekspresi bahagia. Mereka mengaku senang bisa mendapat perhatian langsung dari pemerintah.
“Kami senang sekali. Terima kasih atas bantuannya,” ujar salah satu penerima santunan yang didampingi keluarganya.
Penutup: Aksi Nyata untuk Kemanusiaan
Pembukaan Gerakan Santunan 1.000 Anak Yatim ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Kendari terus berupaya menciptakan kota yang peduli, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dengan semangat berbagi, pemerintah berharap anak-anak yatim dapat tumbuh dengan lebih percaya diri dan memiliki masa depan yang cerah.





