, , ,

Pemkot Kendari Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Kawasan Strategis Kandai

oleh -123 Dilihat

Wawasan Kendari – Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Pemkot Kendari kini gencar melakukan sosialisasi pengelolaan sampah di kawasan strategis Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional Kota Tanpa Sampah 2025 dan implementasi Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah.

Edukasi Masyarakat Jadi Kunci

Kepala DLHK Kota Kendari, La Ode Aris Pratama, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan secara langsung di lingkungan padat penduduk dan area bisnis di sekitar pesisir Kandai. Kegiatan tersebut melibatkan unsur kelurahan, karang taruna, dan kelompok masyarakat peduli lingkungan.

“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumber, serta mengubah pola pikir bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang tidak berguna, melainkan bisa bernilai ekonomi,” ujar La Ode Aris saat membuka kegiatan sosialisasi, Kamis (16/10).

Dalam kegiatan itu, tim DLHK juga memperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan mendemonstrasikan cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Kandai Jadi Kawasan Percontohan

Kawasan Kelurahan Kandai dipilih sebagai salah satu kawasan strategis pengelolaan sampah perkotaan karena lokasinya yang berada di pesisir dan berdekatan dengan area perdagangan, perkantoran, serta destinasi wisata kuliner. Kondisi ini membuat volume sampah di wilayah tersebut relatif tinggi setiap harinya.

“Setiap hari sekitar 15 ton sampah dihasilkan dari aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di Kandai. Karena itu, kami menjadikan wilayah ini sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu,” jelas La Ode Aris.

Pemerintah berencana membangun bank sampah dan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di wilayah tersebut agar masyarakat dapat menyalurkan sampah yang sudah dipilah sesuai jenisnya.

Pemkot Kendari
Pemkot Kendari

Baca juga: Ratusan Anak Ikuti Sunatan Massal HKN ke-61 di RSUD Kota Kendari

Libatkan Pelaku Usaha dan Komunitas

Selain masyarakat, sosialisasi ini juga melibatkan pelaku usaha, pengelola rumah makan, dan pedagang kuliner di sepanjang Jalan Tambat Labuh dan kawasan wisata kuliner Kandai. Mereka diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dengan menyediakan tempat sampah terpilah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami minta setiap usaha kuliner dan kafe di kawasan ini memiliki tempat sampah organik dan anorganik. Kami juga dorong penggunaan wadah ramah lingkungan seperti kertas, daun, atau bahan daur ulang,” ujar Sekretaris DLHK Kendari, Nur Aini.

Pihaknya menegaskan akan melakukan monitoring berkala dan memberikan penghargaan lingkungan kepada pelaku usaha yang konsisten dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Masyarakat Antusias dan Siap Berpartisipasi

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Nurhayati (34), warga RT 04 Kandai, mengaku kini lebih memahami pentingnya memilah sampah sejak di rumah.

“Dulu semua sampah dicampur, sekarang saya sudah mulai pisahkan antara sampah dapur dan plastik. Kalau sampah organik saya buat pupuk buat tanaman di pekarangan,” katanya.

Beberapa kelompok masyarakat bahkan berinisiatif mengelola bank sampah mandiri dengan sistem tabungan berbasis hasil penjualan sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus bekas.

“Kalau masyarakat aktif, ini bisa jadi peluang ekonomi. Sampah bisa disetor ke pengepul dan hasilnya masuk ke tabungan lingkungan,” ujar salah satu kader bank sampah Kandai, Rahmawati.

Dukungan dari Pemerintah Kota

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, mengapresiasi upaya DLHK dan masyarakat Kandai yang mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tengah menyiapkan strategi jangka panjang penanganan sampah berbasis kawasan.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat adalah kunci. Pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar Kendari benar-benar menjadi kota bersih dan ramah lingkungan,” ujar Yusup.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari volume sampah yang dikurangi, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah secara bijak.

Menuju Kota Kendari Bebas Sampah 2025

Dengan semakin aktifnya sosialisasi dan partisipasi masyarakat, Pemkot Kendari optimistis mampu mewujudkan target bebas sampah pada 2025. Pembangunan infrastruktur persampahan dan peningkatan kesadaran warga akan menjadi fondasi utama menuju kota hijau berkelanjutan.

“Langkah kecil yang kita mulai di Kandai akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Kami ingin masyarakat sadar bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” tutup La Ode Aris.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.