Wawasan Kendari – Kota Kendari resmi ditunjuk sebagai tuan rumah perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini. Penetapan tersebut menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah sekaligus momentum penting untuk menunjukkan komitmen Kota Kendari terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Disambut Antusias Pemerintah dan Komunitas Disabilitas
Penunjukan Kota Kendari sebagai tuan rumah disambut hangat oleh Wali Kota Kendari, unsur Forkopimda, serta komunitas penyandang disabilitas. Mereka menilai momentum ini bisa menjadi dorongan besar dalam menciptakan kota yang lebih inklusif dan memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
“Ini kesempatan besar bagi kita untuk menunjukkan perhatian nyata kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar salah satu pejabat Pemkot Kendari.
Berbagai organisasi disabilitas di Kendari juga turut menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Rangkaian Acara Meriah dan Edukatif
HDI tahun ini akan diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari:
-
Pameran karya penyandang disabilitas
-
Lomba kreativitas dan pertunjukan seni
-
Talkshow dan diskusi publik tentang kesetaraan hak
-
Penyuluhan aksesibilitas bagi fasilitas umum
-
Pemberian bantuan alat bantu disabilitas
Kegiatan tersebut rencananya akan berpusat di beberapa titik ruang publik Kota Kendari dengan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Baca juga: Pemkot–DPRD Kendari Teken KUA-PPAS 2026, Prioritaskan Layanan Publik dan Infrastruktur
Penguatan Komitmen Kota Inklusi
Pemkot Kendari menegaskan bahwa penunjukan ini bukan hanya sebatas seremoni, melainkan langkah untuk mendorong percepatan pembangunan inklusif di berbagai sektor. Pemerintah daerah disebut terus memperbaiki aksesibilitas fasilitas umum, transportasi, dan layanan publik agar lebih ramah disabilitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kendari bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pelopor kota inklusif di Sulawesi Tenggara,” ujar seorang perwakilan Dinas Sosial.
UMKM Disabilitas Dapat Panggung
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemberdayaan ekonomi. HDI di Kendari akan membuka ruang besar bagi pelaku UMKM disabilitas untuk memamerkan produk mereka. Pemerintah berharap kehadiran acara ini dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jejaring usaha mereka.
Beberapa pelaku UMKM disabilitas bahkan telah menjalani pelatihan intensif untuk menyiapkan produk yang layak dipamerkan saat acara.
Momentum Menghapus Stigma
Masyarakat luas diharapkan turut serta dalam perayaan ini sebagai bentuk dukungan terhadap penyandang disabilitas. Pemerintah menilai bahwa perubahan budaya dan penghapusan stigma bisa dimulai dari ruang perayaan seperti ini—di mana masyarakat dapat melihat kemampuan dan kreativitas para penyandang disabilitas.
“Ini bukan acara belas kasihan, ini panggung untuk menunjukkan potensi,” kata salah satu aktivis disabilitas di Kendari.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Jika sukses, Pemkot Kendari berencana mendorong agar peringatan HDI menjadi agenda tahunan daerah, baik dalam skala lokal maupun nasional. Pemerintah menilai perayaan seperti ini memberikan dampak positif bagi inklusi sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat penyandang disabilitas.





