Kendari – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan ta-end=”516″>lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), LPKA berhasil membudidayakan tanaman jagung dan aneka sayuran yang kini menjadi salah satu penopang program pemberdayaan sekaligus pembinaan bagi anak didik.
Pemanfaatan Lahan untuk Produktivitas
Lahan SAE yang berada di lingkungan LPKA Kendari selama ini dijadikan media belajar sekaligus wahana produktif bagi anak binaan. Dengan memanfaatkan lahan kosong, mereka dilatih bercocok tanam jagung, cabai, tomat, kangkung, hingga sayuran hijau lainnya.
Kepala LPKA Kelas II Kendari menyebut bahwa program ini tidak hanya menambah keterampilan anak binaan, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan bahan pangan di tingkat lokal.
“Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional. Anak-anak dilatih untuk mandiri, produktif, dan memiliki keterampilan yang bisa berguna ketika kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Hasil Panen yang Menjanjikan
nd=”1655″>Panen perdana tanaman jagung dan sayuran yang dilakukan beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jagung yang ditanam di lahan SAE tumbuh subur, sementara berbagai sayuran juga berhasil dipanen dalam jumlah cukup besar.

Baca juga: Nur Rahman Rotasi 14 Pejabat, Ismail Mustafa Pimpin Bappeda Kolut
Hasil panen sebagian digunakan untuk kebutuhan dapur LPKA, sementara sisanya dijual ke masyarakat sekitar sebagai bentuk kontribusi terhadap ketersediaan pangan.
“Selain untuk konsumsi internal, hasil panen juga memberi nilai tambah ekonomi. Ini membuktikan bahwa lahan SAE bisa memberikan manfaat berlapis, baik dari segi pembinaan maupun ketahanan pangan,” kata salah seorang petugas pembina.
Pendidikan dan Keterampilan untuk Anak Didik
Program pertanian di LPKA Kendari dirancang sebagai bagian dari pembinaan asimilasi yang mengedepankan aspek edukasi. Anak didik tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga manajemen pertanian sederhana, mulai dari proses pembibitan, perawatan, hingga panen.
Menurut salah seorang anak binaan, kegiatan ini memberinya pengalaman baru yang bermanfaat.
“Saya jadi tahu cara menanam jagung dan merawat sayur. Nanti kalau sudah pulang, saya ingin membantu orang tua dengan ilmu yang saya dapat di sini,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Dukungan Program Ketahanan Pangan Nasional
Kementerian Hukum dan HAM melalui jajaran pemasyarakatan memang mendorong setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) memanfaatkan lahan untuk program pertanian dan peternakan. LPKA Kendari menjadi salah satu contoh nyata implementasi program tersebut di Sulawesi Tenggara.
Penutup
Pemanfaatan lahan SAE di LPKA Kelas II Kendari untuk menanam jagung dan sayuran bukan hanya sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan wujud sinergi antara pembinaan anak binaan dan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi UPT lain untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan anak binaan sekaligus mendukung kemandirian pangan daerah.





