Kendari – Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kendari kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (15/9/2025). Aksi ini dilakukan untuk menagih janji DPRD Sultra terkait komitmen mereka dalam memperjuangkan isu-isu kerakyatan, terutama persoalan kesejahteraan, pendidikan, hingga tata kelola sumber daya alam.
Latar Belakang Aksi
Koordinator aksi, Andi Saputra, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap wakil rakyat yang dinilai belum memenuhi janji politiknya. Menurut Andi, berbagai persoalan mendasar di Sultra, seperti pengangguran, mahalnya biaya pendidikan, dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Sejak awal DPRD berjanji akan memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi sampai hari ini banyak janji yang hanya sebatas retorika. Kami datang untuk mengingatkan mereka agar tidak lupa dengan tugas utamanya,” tegas Andi.
Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksinya, mahasiswa membawa spanduk dan poster bertuliskan kritik pedas terhadap kinerja DPRD. Beberapa tuntutan utama yang mereka sampaikan antara lain:
-
Mendesak DPRD Sultra mengawasi ketat aktivitas pertambangan agar tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
-
Menuntut transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan, termasuk beasiswa yang kerap bermasalah dalam pendistribusiannya.
-
Meminta DPRD memastikan adanya kebijakan yang berpihak pada penciptaan lapangan kerja untuk anak muda Sultra.
-
Mengingatkan DPRD agar membuka ruang dialog reguler dengan masyarakat dan mahasiswa.

Baca juga: Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Puji Terobosan Mentan di Sektor Pertanian
Aksi Damai dengan Orasi Bergantian
Aksi Cipayung Plus Kendari berlangsung damai. Massa aksi melakukan orasi secara bergantian, menyampaikan kritik sekaligus harapan agar lembaga legislatif lebih responsif terhadap rakyat. Sesekali mereka juga menyanyikan yel-yel perjuangan untuk membakar semangat solidaritas.
Polisi tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Tidak terjadi bentrokan maupun tindakan anarkis selama aksi berlangsung.
Respons DPRD Sultra
Setelah beberapa lama berorasi, perwakilan massa akhirnya diterima oleh pimpinan DPRD Sultra untuk berdialog. Wakil Ketua DPRD Sultra, La Ode Rahman, menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang datang menyuarakan aspirasinya. Ia berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui mekanisme resmi lembaga.
“Kami berterima kasih atas kritik dan masukan dari adik-adik mahasiswa. Kami akan evaluasi kembali janji-janji politik yang sudah kami buat, agar bisa terealisasi sesuai harapan rakyat Sultra,” ujar Rahman.
Komitmen Mengawal
Meski menerima janji dari DPRD, mahasiswa menegaskan tidak akan berhenti mengawal isu-isu tersebut. Mereka menyatakan akan terus melakukan aksi jika DPRD kembali lalai.
“Ini bukan aksi terakhir. Kami akan terus hadir sampai DPRD benar-benar membuktikan komitmennya. Rakyat menunggu bukti, bukan janji,” tegas salah satu orator.
Penutup
Aksi Cipayung Plus Kendari ini menjadi pengingat bagi DPRD Sultra bahwa mahasiswa dan masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap kinerja wakil rakyat. Mereka menuntut agar DPRD tidak hanya bekerja untuk kepentingan elit, tetapi benar-benar berpihak kepada rakyat.
Dengan berlangsungnya aksi ini, publik menanti apakah DPRD Sultra mampu membuktikan komitmennya atau kembali menuai kritik di kemudian hari.





